Forum Haji

Selamat datang Tamu 

Tampil/Sembunyikan Tajuk

Selamat datang tamu, menulis di forum ini memerlukan pendaftaran.

Halaman: [1]
Penulis Topik:Wanita hamil haji dari Jepang?
adminmusli-
m
Administrator
Tulisan: 5
Permalink
Tulisan Wanita hamil haji dari Jepang?
di: 7 July 2011, 11:37
Kutipan

Bisa ga sih wanita hamil haji dari Jepang?

tika
Administrator
Tulisan: 5
Permalink
Tulisan Re: Wanita hamil haji dari Jepang?
di: 7 July 2011, 11:51
Kutipan

Kalau waktu saya berangkat (2010) ada wanita Mesir yang sedang hamil. Nah jadi secara aktual harusnya bisa. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah syarat ngajuin visa (berupa harus ada sertifikat vaksin meningitis dan vaksin seasonal flu). Kalo bumilnya sudah vaksin meningitis sebelumnya (berlaku 2 tahun soalnya), seharusnya si ga masalah. Cuma untuk yang belum vaksin harus konsul dokter deh ya..

Berikut ini juga ada jawaban dari Mba Dian (dokter umum, berangkat dari Osaka tahun 2009 sama suami) mengenai bumil yang mau haji dari Jepang:

Vaksin seasonal flu (bukan swine flu ya), aman untuk bumil dan bayi. Asal sudah lewat dari trimester pertama. Justru bumil sering jadi target vaksinasi pas lagi musim flu. supaya mereka ga jadi sakit berat ketularan. Dan untuk haji, vaksin flu ini memang harus dilaksanakan menjelang keberangkatan. Maks 2 minggu sebelum berangkat...

Soal vaksin meningitis, nah ini saya masih ragu. Untu mencevax (vaksin meningitis yang dipakai di RS Jepang), tingkat keamanannya B2 untuk bumil. Intinya, in general, vaksin ini bisa diberikan kalo manfaatnya untuk bumil lebih besar dari mudharatnya. Kalo cuma untuk sekedar vaksin si sebaiknya tidak. Kita dianjurkan untuk konsul dokter klinis tentang sebaknya dikasih atau tidak. .

Terlepas dari soal vaksin, ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin pergi haji dalam keadaan hamil, antara lain sbb:

1. Ijin visa dari kedubes untuk calhaj hamil. Konsul pihak travel soal ini.
2. Haji itu aktifitas berat untuk fisik. Yang ga hamil ngos-ngosan dan banyak yang tepar karena batuk dan pilek. Medan Mekkah banyak turunan-tanjakan, panas dan berdebu. Jadi terbayang lah, bagaimanan lelahnya bumil. Pertimbangkan ini baik-baik...
3. Untuk bumil perlu menghindari keadatan jemaah. Konsekuensinya, radius thawaf naik jadi 2 or 3x lipat. Tambah jauh dan waktu tempuhnya lebih lama. Tapi ya apa boleh buat..Lama-lama, sudah ndak bisa jalan sendiri. Suaminya harus sewa kursi roda dan dorong dia setiap kali thawaf dan sai. Sewaktu lempar jumrah juga seringnya harus "diwakilkan' ke suami. Karena dia kelelahan dan perjalan jauh. Sayang kan?...My advice kalo ttp mau pergi, bawa kursi roda dari Osaka (bisa sewa or pinjam dari rs, atau beli barang 2nd dari ebay). Supaya ga usah sewa lagi dan repot cari-cari, sebab mahal dan repot.

Halaman: [1]
Forum Mingle by cartpauj
Versi: 1.0.34 ; Halaman dimuat dalam: 0.045 detik