Darah Kebiasaan Wanita

Juni 1, 2011 | In: Info

Oleh: Tika

Ini referensi buku untuk mengingat kembali soal haid dan temen-temennya yang suka kelupaan. Kebetulan ada temen sekantor yang haidnya lama gtu jadi tadi ngomongin deh …

=====================================
Darah Kebiasaan Wanita

Oleh: Syaikh Al Utsaimin

Bisa diunduh di SINI

Sekilas Isinya:

A. Tentang Haid

1. Tidak ada batasan sampai kapan haid
2. Bahwa seorang wanita jika mendapatkan darah ( haid) maka dia dalam keadaan haid dan jika tidak mendapatkannya berarti dia dalam keadaan cuci, meskipun masa haidnya melebihi atau kurang dari kebiasaannya. Dan telah disebutkan dalam pasal terdahulu dalil yang memperkuat pendapat ini, yaitu bahwa Allah telah mengaitkan hukum-hukum haid dengan keberadaan haid

Tanda selesai haid: berhentinya darah tersebut pada akhir masa kebiasaannya atau ia melihat lendir putih

Yang dilarang bagi wanita yang sedang haid: shalat, puasa, thawaf, jima, talak, berdiam di masjid

Hukum membaca Quran waktu haid:
Hukum membaca Quran sewaktu haid:
jika dengan mata atau dengan hati tanpa diucapkan dengan lisan maka tidak apa-apa
hukumnya, misalnya mushaf atau lembaran Al Qur’an diletakkan lalu
matanya menatap ayat-ayat seraya hatinya membaca. menurut An Nawawi
dalam kitab Syarh Al Muhadzdzab Juz 2 hal : 362, hal ini boleh tanpa ada
perbedaan pendapat

Adapun jika wanita haid itu membaca Al Qur’an dengan lisan, maka
banyak ulama mengharamkannya dan tidak membolehkannya. Tetapi Al
Bukhari, Ibnu Jarir At Thabari dan Ibnul Mundzir membolehkannya. Juga
boleh membaca ayat Al Qur’an bagi wanita haid menurut Imam Malik dan
Asy syafii dalam pendapatnya yang terdahulu, sebagaimana disebutkan
dalam kitab Fathul Bari, serta menurut Ibrahim An Nakha’i sebagaimana
diriwayatkan Al Bukhari

Dikarenakan adanya perbedaan pendapat di antara para ulama tersebut, lebih utama bagi wanita yang sedang haid tidak membaca Al Qur’an secara lisan, kecuali jika diperlukan.

B. Istihadhah

Istihadhah adalah keluarnya darah terus menerus pada seorang wanita tanpa henti sama sekali atau berhenti sebentar seperti sehari atau dua hari dalam sebulan.

Ada tiga kondisi bagi wanita mustahadhah.

1. sebelum mengalami istihadhah, ia mengalami haid yang jelas waktunya.dalam kondisi ini, hendaknya ia berpedoman kepada jadwal haidnya yang telah di ketahui sebelumnya. Maka pada masa itu dihitung sebagai haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid. Adapun selain masa tersebut merupakan istihadhah yang berlaku baginya hukum-hukum
istihadhah. Misalnya seorang wanita biasanya haid selama enam hari pada setiap awal bulan, tiba-tiba mengalami istihadhah dan darahnya keluar terus menerus. Maka masa haidnya dihitung enam hari pada setiap awal bulan, sedang selainnya merupakan istihadhah.

2. tidak mempunyai masa haid yang jelas sebelum mengalami istihadhah, karena darah istihadhah tersebut terus menerus keluar pada dirinya, sejak pertama kali ia mendapati darah. Dalam kondisi ini, hendaklah ia melakukan tamyiz( pembedaan); seperti jika darahnya berwarna hitam, atau kental, atau berbau maka yang terjadi adalah darah haid, dan berlaku
baginya hukum-hukum haid. Dan jika tidak demikian, yang terjadi adalah istihadhah dan berlaku baginya hukum-hukum istihadhah

3. Tidak mempunyai haid yang jelas waktunya, dan darah yang keluar tidak bisa dibedakan secara tepat. Seperti jika istihadhah yang dialaminya terus menerus mulai dari saat pertama kali melihat darah. Sementara darahnya hanya satu sifat saja, atau berubah-ubah dan tidak mungkin dianggap sebagai darah haid. Dalam kondisi ini, hendaklah ia mengambil
kebiasaan kaum wanita pada umumnya. Maka masa haidnya adalah enam atau tujuh hari pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapati darah. Sedang selebihnya merupakan darah istihadah.

Hukum-hukum Istihadhah:
a- Wanita mustahadhah wajib berwudhu setiap kali hendak shalat.
b- Ketika hendak berwudhu, membersihkan sisa-sia darah dan melekatkan kapas (softex) pada farjinya untuk mencegah keluarnya darah
c- Boleh Jima’ (senggama).

Baca sendiri selanjutnya soal: nifas, tentang KB, perangsang haid, penggugur kandungan 😀

Comment Form