Islam yang Bergaya – II

Maret 23, 2011 | In: Artikel Islam

Islam yang bergaya – Dari Indonesia (Asahi shinbun, 21 Februari 2010)

Meneruskan artikel Islam yang bergaya yang lalu (Islam yang bergaya I) yang menyoroti tentang busana muslimah, Alhamdulillah ada terusannya. Artikel ini dimuat di Koran Asahi Shinbun edisi 21 Februari 2010. Kali ini berisikan tentang tren jilbab yang sedang marak di Indonesia. Jujur saja, saya sendiri kurang update tentang tren ini berhubung sudah setahun lebih tidak pulang kampung. Tapi cukup sering melihat jilbab model ini lewat foto2 teman di facebook, terutama foto2 para pengantin wanita. Tren yang dibicarakan antara lain jilbab yang menjulang tinggi seperti ada “konde” didalamnya. Nah, “konde” ini yang membuat efek “wajah kecil” seperti judul pada artikel ini. Cukup jeli juga ya, wartawan Jepang menyoroti fenomena ini. Penasaran? Yuk disimak artikelnya. Terjemahan bahasa Indonesia saya siapkan, semoga berkenan. – vini-

 

 

 

 

‘WAJAH KECIL’ – EFEK JILBAB

Diantara jejeran bangunan tinggi yang sedang dalam konstruksi, di Jakarta Indonesia, para pekerja wanita terlihat mengenakan jilbab. Hal ini tidak mengherankan, karena memang 90% adalah kaum Muslim.

Namun, apabila melihat jilbab yang dikenakan, apa yang berbeda (jilbab Indonesia-red) dengan Timur Tengah? Apakah warna, atau desain? Setelah mengamati, barulah saya mengerti, yang membedakan adalah bentuk kepala. Bagian belakangnya menempel (ke bagian belakang kepala – red), khususnya bagian belakang kepala para wanita muda. Banyak bentuk dengan menggunakan kunciran ekor kuda, sehingga jilbab menjunjung ke atas. Mengapa ya?

(Untuk menjawab pertanyaan itu) Saya mengunjungi butik bertemakan islam. Terdapat banyak jenis bantalan kecil untuk jilbab (berbeda dengan ciput, untuk membuat tonjolan didalam jilbab-red). Menurut penjaga toko “agar tidak jatuh dari kepala, dimasukkan dibawah jilbab” sambil menunjukkan bagian kepalanya.

Menurut stylist jilbab, Nufairia (usia 29 tahun),model jilbab dengan tonjolan dibagian belakang kepala ini mulai ngetren sejak tahun lalu. Style ini membuat kepala menjadi terlihat kecil. Wanita muslim tidak boleh memperlihatkan rambut, sehingga hanya wajah saja yang boleh terlihat. Bagi yang berwajah bulat, ini menyebabkan wajah terlihat besar. Dengan memasukkan bantalan kecil di belakang kepala, keseluruhan kepala terlihat memanjang, sehingga wajah terlihat lebih kecil. Pada umumnya wanita ingin memiliki wajah kecil. “Tren ini juga akan menyebar di Negara-negara muslim yang lain loh” Ujar Nufairia.

Selain itu, untuk wanita-wanita yang sibuk, seperti wanita karir, pelajar, dan ibu rumah tangga yang mengurus anaknya, ada juga jilbab fashion dengan model topi. Sense fashion orang Indonesia melahirkan fenomena “evolusi jilbab”. “Jakarta kini menjadi parisnya dunia fashion muslim”. Menurut Okky Asokawati, dua tahun yang lalu adalah seorang model terkenal, kini anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan, “Model yang favorit adalah style glamorous”. Sehingga, jilbab dengan bagian belakang kepala menonjol menjadi model.

Sejak akhir tahun 2006, setelah melalui cobaan kematian ayahanda, perceraian, dan kematian suami keduanya, Okky mulai mengenakan jilbab. Indonesia beberapa tahun terakhir dilanda banyak bencana seperti terror, krisis ekonomi dunia, gempa, sunami , dan bencana alam lainnya. “Selama menghadapi cobaan tersebut, wanita muslimah melakukan introspeksi diri, mulai mencari agama kembali dan mulai percaya diri menjalankan agamanya. Hal tersebut tercermin dalam industry fashion”. Katanya.

Banyak para designer pakaian muslim secara aktif mengadakan fashion show dengan andalan “produk Indonesia” tidak hanya didalam negeri saja, tapi juga di Negara tetangga, seperti Malaysia, Negara Timur Tengah, dan Negara-negara lain dimana banyak imigran muslim tinggal. Dengan target pasar sekitar 16 juta orang industri ini memiliki daya tarik yang besar. Jumlah penjualan baju dan aksesoris, setiap tahunnya bernilai 28 milyar yen. Melihat ini sebagai ‘gunung emas’ yang sayang jika dilepas, maka pemerintah pun turun tangan. Departemen perindustrian tahun lalu membuat Road Map Indonesia menuju Mekkahnya Fashion Muslim Tahun 2020.

Dalam kisaran 1 tahun, dimulailah perencanaan yang berintegrasi antara industri tekstil, iklan dan penjualan. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun lalu juga menyelenggarakan fashion show muslim di Negara Australia dan Selandia Baru. “Belanja di Indonesia” sebagai tagline.

Image wanita muslim yang menggunakan jilbab panjang sangat kuat di Indonesia, namun secara mengejutkan mereka juga menikmati kebebasan dalam berhias diri. Saya berjalan dalam negeri dengan industry fashion yang luar biasa.

Comment Form