Islam yang Bergaya

Februari 27, 2011 | In: Artikel Islam

Penulis: Vini

Assalamualaikum wr. wb.

Kebetulan tadi malam saya dikasih lihat potongan koran sama teman, orang Jepang. Isinya mengenai cara berpakaian muslimah di Indonesia.
Cukup menarik, tadinya saya sempat khawatir..jangan2 media Jepang mau menyoroti beberapa aliran pakaian ‘ketat’ yang marak dikalangan ABG..atau seperti National Geographic versi Jepang (suka baca kalo nunggu antrian di warai) yang sering menyoroti kalangan jubah hitam di Indonesia yang selalu dikait2kan dengan terorisme..duh..bakalan ribet nih jelasinnya pikir saya. Tapi ternyata setelah dibaca..Alhamdulillah..cukup positif dan objektif pemberitaannya. Teman saya pun senang membacanya..dan jadi berpandangan lebih terbuka tentang islam.

Berikut ini artikelnya yang saya translate ke bahasa Indonesia..tapi maaf..seadanya..hehe..alias versi saya dibantu om google. Semoga bermanfaat.

Wassalam,

Vini


 

It is not taboo to pursuit beauty

 

Pusat perbelanjaan di Jakarta selatan (World Trade Center Kuningan). Menerobos padatnya toko-toko dengan penjual wanita pada umumnya, dan juga penjual DVD bajakan yang selalu penuh dengan pembeli.

 

Disini 5 tahun yang lalu, sebuah toko kecil memulai usahanya. Targetnya adalah wanita muslimah yang berkerja yang berumuran 25-45 tahun. Tiga orang rekanan wanita yang berusia 30 –an tahun memulai usahanya dengan brand ‘Up2date’. Up2date bisa dibilang adalah salah satu ‘revolusioner’ dalam fashion wanita muslim di negeri ini. Salah satu pemilik usaha bersama ini, Ibu Aju Isni Karim (usia 38tahun) berkata “saat dimana bahan mentah (fabric material untuk bahan jilbab/baju –vini) dan era cocok”.

 

Barang yang sukses pertama kali adalah “gamis”. Gaun panjang dengan lengan panjang, salah satu item yang dimiliki wanita muslim. Gamis yang dulunya berbahan kapas dan longgar diubah menjadi berbahan stretch yang slim. Muncullah style yang bergaya, saat dikenakan mudah untuk bergerak, cocok untuk wanita-wanita karir (yang aktif –vini)

 

Selanjutnya adalah mencoba memakai baju berlapis-lapis (layer). T-shirt dan jaket yang dipadukan dengan rok denim. Turtleneck dan tunik, dengan celana berbahan tebal. Usulan kombinasi yang menyenangkan. Meskipun dengan kisaran harga satu item antara 2500-6000 yen wanita tidak akan puas (untuk menawar –vini :p ), ini sangat popular dikalangan wanita yang berpenghasilan tetap.

 

“Tujuannya adalah untuk menghapus boundary antara berpakaian normal dan berpakaian islami. Jika anda berpakaian layers (berlapis-lapis) maka dapat menyembunyikan garis tubuh anda dalam gaya” ujar Isni.

 

Di Jakarta, pusat perbelanjaan berkembang dengan pesat, mulai dari toko-toko murah hingga toko-toko premium hingga lebih dari 200 toko. Merek tersebut akan dipindahkan ke 22 toko premium, namun untuk menjaga niat awalnya, “toko pertama” akan dipertahankan.

 

Designer ternama dan pioneer dalam fashion islam, Itang Yunas (52tahun), pada awalnya adalah bukan designer dibidang fashion muslim. Pada usia 38 tahun, setelah menikah, ia melihat istrinya lalu berpikir “Kenapa fashion islam tidak menarik?”. Maka, ia memotong dan mengerjakan him (istilah jahit- hem kali ya..maksudnya) untuk menyembunyikan bagian belakang untuk menyembunyikan garis tubuh sehingga terciptalah garis tubuh yang indah.

 

Meskipun satu helainya dihargai 30.000 yen, penjualan berfokus pada pembeli dengan pendapatan diatas rata-rata, pemesanan juga datang dari Malaysia dan negara-negara timur tengah.

 

Mengenai perbedaan antara pakaian biasa dan pakaian islam, Kholil Nafis pengajar subjek agama islam dari Universitas Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki interpretasi yang moderate (dalam berpakaian –vini), hanya wajah dan tangan yang boleh terlihat, dan garis tubuh harus disembunyikan.

 

Dalam Al-Quran, wanita tidak diperbolehkan memperlihatkan keindahan dan perhiasan yang mencolok keluar. Kerudung harus diturunkan sampai ke bawah dada. Ada juga kelompok muslimah yang mengenakan jubah panjang sehingga wajah juga tersembunyi. Bermacam-macam.

 

Mengejar keindahan adalah suatu kewajaran. “Dalam Al-Quran juga tidak dilarang” menurut pak dosen. Maka, Fashion adalah baik apabila hanya dilihat/dilakukan oleh kaum wanita, berkosmetik dengan elegan sehingga orang yang melihat senang adalah hal yang baik.



1 Response to Islam yang Bergaya

Avatar

tika

Maret 1st, 2011 at 8:34 pm

Alhamdulillah semakin banyak informasi yang menggembirakan bagi dunia Islam khususnya di Jepang. Mudah-mudahan Islam makin jaya di seluruh dunia. Aamiin

Comment Form