Tayammum

Januari 26, 2011 | In: Quran dan Hadits

Referensi :

Sifat Wudhu Nabi shallahu alaihi wa sallam (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

a. Pengertian Tayammum :

Tayammum adalah menyengaja menggunakan ash sha`iid (permukaan tanah) dengan mengusap wajah dan 2 tangan dengan niat memperbolehkan shalat dan yang sepertinya.


b. Disyariatkan tayammum

dalil dari Al quran :

surah an nisaa 43 : adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,sedangkan kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang suci, usapkanlah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, allah maha pemaaf maha pengampun


dalil dari As sunah

hadits dari sahabat jabir bin abdillah al anshari, Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : aku diberikan 5 perkara yang tidak pernah diberikan seorang pun dari rasul-rasul sebelumku. Yaitu :

1. aku diberikan pertolongan dengan takutnya musuh mendekatiku dari jarak sebulan perjalanan.
2. dijadikan bumi bagiku sebagai tempat shalat dan bersuci untuk tayammum, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat, maka hendaklah ia shalat.
3. dihalalkan rampasan perang bagiku dan tidak dihalalkan kepada seorang nabi pun sebelumku.
4. dan aku diberikan kekuasaan memberikan syafaat.
5. nabi-nabi diutus hanya untuk kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia. (HR Bukhari 335,Muslim 521)


dalil dari ijma :

Imam Bukhari rahimahullah berkata dalam kitab shahihnya, bab : bertayamum ketika mukim apabila tidak mendapat air dan khawatir terluput dari shalat. Dan ini adalah pendapat Atha (Fathul baari 1/441)


c. Tayamum diperbolehkan ketika :

  • tidak adanya air, baik ketika safar maupun mukim
  • dalilnya :

    hadits dari imran bin hushain radhiyaulahu anhu, ia berkata : kami bersama Rasulullah shallahu alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Lalu beliau shalat dan mengimami kami. Tiba-tiba terlihat seorang laki-laki yang menyendiri, lalu beliau bertanya, apa yang menghalangimu untuk shalat?ia menjawab? Saya sedang junub dan tidak mendapatkan air. Maka Nabi bersabda : gunakan tanah karena itu telah mencukupimu (shahih. HR Bukhari 344, Muslim 682, an nasai 1/171)

  • tidak mampu menggunakan air karena adanya udzur seperti sakit dan takut penyakit yang diderita bertambah parah atau karena cuaca yang sangat dingin.
  • Dalilnya :

    Hadits dari Jabir radhiyaulahu anhu, ia berkata : kami keluar dalam suatu perjalanan. Salah seorang dari kami terkena batu sehingga kepalanya luka parah. Kemudian ia mimpi basah, lalu ia bertanya kepada para sahabatnya, apakah kalian melihat adanya keringanan bagiku untuk bertayamum? Mereka menjawab, kami tidak mendapatkan keringanan bagimu, sedang engkau mampu menggunakan air. Kemudian ia mandi lalu meninggal dunia. Ketika kami menemui Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, kami mengadukan hal itu kepada beliau, lalu beliau bersabda : mereka telah membunuhnya. Semoga Allah membunuh mereka. Kenapa mereka tidak bertanya jika mereka tidak tahu?sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya. Sesungguhnya cukuplah baginya untuk bertayamum (Hasam HR Abu Daud 336)

    d. Tata cara bertayamum :

    niat dalam hati

    niat ini tidak boleh dilafazhkan karena tidak ada dalilnya

    membaca bismillaah

    dalilnya : dari abu hurairah radhiyaulahu anhu, ia berkata : Rasulullah shallahu alaihi wa sallam bersabda : tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya (Shahih, HR Ahmad 2/418, Abu Daud 101, Tirmidzi 25, Ibnu Majah 399, Hakim 1/146, Baihaqi 1/43-44)

    i. Menepukkan 2 telapak tangan pada tanah yang bersih sekali tepuk dengan merenggangkan jari jemari, lalu meniup keduanya atau mengebutkan keduanya untuk meringankan debunya jika ada.

    ii. Mengusap wajahnya dengan bagian dalam telapak tangan dan jari jemarinya

    iii. Mengusap bagian luar telapak tangan dengan keduanya

    Dalilnya point i,ii dan iii diatas :

    Hadits dari ammar bin yasir radhiyaulahu anhu : sesungguhnya cukuplah engkau menepukkan kedua tanganmu pada tanah lalu meniupnya, kemudian engkau mengusap wajah dan kedua telapak tanganmu dengan keduanya (Shahih, HR Bukhari 338, Muslim 368)

    Bagian tangan yang diusap adalah bagian tangan yang dipotong pada pencuri, yaitu hanya sampai pergelangan tangan.. Imam ahmad mengisyaratkan hal ini ketika beliau ditanya tentang tayammum, maka beliau berisyarat pada kedua telapak tangannya dan tidak lebih dari itu.

    melakukannya cukup dengan 1 tepukan saja

    dalilnya :

    sabda Rasulullah shallahu alaihi wa sallam : tayammum itu 1 tepukan untuk wajah dan 2 telapak tangan (Shahih, HR Ahmad 4/263,Abu Daud 327)

    adapun hadits tayammum dengan 2 kali tepukan untuk muka dan kedua tangan sampai kedua siku,hadits ini diriwayatkan oleh ad daraquthni dengan sanad yang sangat lemah sekali. Imam Abu Zurah rahimahullah mengatakan hadits tersebut bathil (Talkhiisul Habiir 1/268)

    e. Faedah :

  • hukum asal tayammum adalah sebagai pengganti wudhu. Perkara-perkara yang boleh dilakukan dengan wudhu juga boleh dilakukan dengan tayammum
  • diperbolehkan tayyamum sebelum masuk waktu shalat sebagaimana wudhu juga diperbolehkan. Juga diperbolehkan shalat sesuka hati dengan sekali tayammum (selama tidak batal) sebagaimana shalat dengan wudhu (al Wajiiz 56)
  • adapun hadits ibnu abbas radhiyaulahu anhu bahwa : tayammum hanya boleh untuk sekali shalat saja, dan shalat berikutnya harus bertayammum lagi. Hadits tersebut diriwayatkan oleh ad daraquthni dan al hafizh ibnu hajar al asqalani mengatakan bahwa hadits tersebut sanadnya lemah (Bulughul marom 148)

  • f. Faedah : diperbolehkan tayyamum dengan tembok

    dalilnya :

    dari ibnu abbas radhiyaulahu anhu ia berkata : aku dan Abdullah bin yasar, mantan budak maimunah,istri Nabi shallahu alaihi wa sallam datang menemui abu juhaim bin al harits bin ash shimmah al anshari. Lluberkatalah abu juhaim, Nabi shallahu alahi wa sallam datang dari arah sumur jamal. Kemudian seorang laki-laki bertemu dengan beliau dan mengucapkan salam kepada beliau. Nabi shallahu alaihi wa sallam tidak menjawab salamnya hingga mendatangi sebuah tembok dan mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. Setelah itu beliau menjawab salamnya (Shahih,HR Bukhari 337, Muslim 369, Abu Daud 329, an nasaii 1/165)

    g. Pembatal tayammum :

  • Tayammum dapat batal dengan apa yang membatalkan wudhu karena tayammum sebagai pengganti wudhu
  • adanya air
  • dalilnya :

    sabda Rasulullah shallahu alaihi wa sallam : sesungguhnya tanah yang suci adalah alat bersucinya seorang muslim, meskipun ia tidak mendapatkan air selama 10 tahun. Apabila ia mendapatkan air, hendaklah ia mengusapkannya kepada kulitnya karena hal itu lebih baik (Shahih, HR Abu Daud 332, Tirmidzi 124, nasai 1/171)

    Comment Form